Kronologi Badai di Mekah dan Dampaknya, Pernah Terjadi Tahun 2015

waktu baca 2 menit
Sebuah gambar yang diambil pada 22 Agustus 2023 menunjukkan petir di atas menara jam Mekkah di Arab Saudi. (Foto: HAMMAD AL-HUTHALI/AFP)

LIKEIN, ARAB SAUDI – Kota Mekah, Arab Saudi telah dilanda badai dan hujan ekstrem yang berdampak pada terganggunya aktivitas ibadah umat muslim hingga menyebabkan sekolah-sekolah diliburkan.

Dalam video yang beredar di media sosial hari Selasa (22/8/2023) menunjukkan jemaah yang sedang melakukan tawaf atau mengelilingi Ka’bah basah kuyup dan terpeleset di lantai saat hujan ektrem tersebut terjadi.

Video lain juga memperlihatkan pemandangan langka terjadi di mana petir menyambar menara jam dari ikonik hotel Fairmont Makkah Clock Royal Tower pada Selasa malam. Bahkan banjir ringan terjadi di beberapa wilayah Mekah.

Baca Juga :   Catat, 2 November Nonton Tv Hanya Bisa Melalui Siaran Digital, Begini Caranya

Hussain Al-Qahtani, juru bicara Pusat Meteorologi Nasional Arab Saudi menyebut kecepatan angin saat badai berlangsung mencapai lebih dari 80 kilometer per jam.

Lingkungan al-Kakiyyah di Mekah disebut mencatat curah hujan sebesar 45 milimeter atau 1,8 inci dalam waktu 24 jam.

Kondisi itu mirip dengan badai tahun 2015 yang menjatuhkan derek di Masjidil Haram dan menewaskan lebih dari 100 orang serta melukai ratusan orang lainnya.

“Kecepatan angin yang melanda ibu kota suci melebihi 80 kilometer per jam, dan al-Kakiyyah mencatat curah hujan tertinggi sebesar 45 milimeter, sementara kemungkinan hujan secara keseluruhan tetap moderat, insya Allah,” ucap Hussain Al-Qahtani dikutip dari Al Jazeera, Kamis (24/8/2023).

Baca Juga :   Indonesia Resmi Menjadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17 2023

Hingga Rabu malam pemerintah Arab Saudi melaporkan tidak ada korban jiwa atau insiden berat akibat badai hari Selasa tersebut.

Namun Pusat Meteorologi Nasional mengingatkan warga tetap waspada akan badai susulan yang berisiko terjadi.

Selain itu, pemerintah Mekah juga menutup sekolah-sekolah di beberapa wilayah lalu mengganti pembelajarannya secara daring melalui platform e-learning demi keselamatan. (Inul/St)

Facebook Comments Box