Menu

Mode Gelap

Story

Selalu Ada Pertimbangan Terkait Tarif Retribusi Sampah di Palu


					Kadis DLH Kota Palu, Imran M. Lataha. Foto : Qadri/likein.id Perbesar

Kadis DLH Kota Palu, Imran M. Lataha. Foto : Qadri/likein.id

LIKEIN, PALU – Tarif retribusi sampah di Kota Palu, Sulawesi Tengah, ditentukan dari tiga hal, salah satunya besaran daya listrik. Meski begitu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sebut, selalu ada pertimbangan mengenai pembayaran.

Kadis DLH Kota Palu, Imran M. Lataha, menjelaskan, penetapan tarif retribusi sampah saat ini masih mengacu pada Permendagri serta Perwali dikarenakan perda masih dalam proses.

Ia mengatakan, tarif retribusi dapat di tentukan melalui tiga hal, yaitu, besaran daya listrik, kategori penghasil sampah, serta rata-rata kuantitas sampah yang di hasilkan.

Baca Juga :   Anggota DPR RI Beri Apresiasi Pemprov Sulteng, Upayakan Wilayah Bebas PMK

“Daya 900 itu masuk semi permanen, bebannya 35 ribu, itu masih kategori rumah. Kalau bicara kategori bisnis lain lagi, contoh rumah makan, beda, karena dia usaha, kenapa beda karena sampah yang di produksi rumahan dan usaha itu beda,” jelas Imran kepada likein.id, Jumat 18 Maret 2022.

Ia juga memberi contoh, bahwa penjual sayuran serta warung makanan yang menghasilkan sampah dalam jumlah besar, tidak boleh membayar tarif sesuai dengan daya listrik.

Menurutnya, akan selalu ada pertimbangan, terkait pemberian tarif retribusi sampah di Kota Palu.

“Seperti mempertimbangkan penghasilan dari usaha yang di jalani oleh warga,” ujarnya.

Meski begitu, Kadis DLH Kota Palu juga menyadari, terkadang, tindakan di lapangan tidak sesuai arahan.

“Seperti pengawasan yang kurang dan sebagian masyarakat belum rasakan pelayaman,” ungkapnya.

Olehnya, ia meminta koordinator seperti Camat dan Lurah harus ikut memantau sampah di wilayah masing-masing.

“Harus pantau. Apakah sudah di bersihkan sampah atau belum. Sudah di fasilitasi masa tidak bisa,” tandasnya. (Qadri)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Air Bah di Objek Wisata Wera Telan Korban Jiwa

27 Februari 2024 - 14:59

Tenang.. Tarif Listrik untuk Maret 2024 Tetap Stabil, Ini Rinciannya

27 Februari 2024 - 12:13

Kerja Sama Antardaerah, Parimo Jadi Pemasok Beras Utama ke Kota Palu

26 Februari 2024 - 17:19

Mahasiswa dan Pelajar Kota Palu Deklarasikan Moderasi Beragama

26 Februari 2024 - 15:13

Parimo Jadi Daerah Penghasil Beras Terbesar di Sulteng, Mampu Memproduksi hingga 144 Ribu Ton dalam Setahun

26 Februari 2024 - 14:03

Tak Hanya Islam, Semua Agama Kini Bisa Menikah di KUA Mulai Tahun Ini

26 Februari 2024 - 05:08

Trending di Story