Polisi Dianiaya, Kasusnya Dalam Penyelidikan Polres Palu

waktu baca 2 menit
Ilustrasi. Foto : Engin Akyurt/Unsplash

LIKEIN, PALU – Seorang Polisi dianiaya hingga terluka akibat senjata tajam. Kini, Istri korban telah membuat laporan dan kasusnya dalam penyelidikan Kepolisian Resor (Polres) Palu.

Dari informasi yang diterima likein.id, Polisi itu bertugas di Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) dan berinisial W, pangkat Aipda.

Saat itu korban berada di sekitar lokasi judi sabung ayam, wilayah Tatanga, Kota Palu, dengan mengenakan pakaian preman.

Kemudian, seseorang mengungkapkan identitas korban, hingga W diteriaki “pencuri”.

Lantaran lokasinya di sekitar judi sabung ayam, massa kemudian mengejar dan aniaya W sampai terluka.

Korban kemudian ditemukan personel Polisi yang sedang berpatroli di Jalan I Gusti Ngurahrai dan langsung dilarikan ke RS Bhayangkara.

Baca Juga :   Kemenkop UKM dan Slank Kolaborasi, Ciptakan Koperasi untuk Anak Muda

Dari peristiwa itu, W dapati luka di bagian jari kelingking, telapak tangan, luka bacok dan tusuk bagian punggung kiri.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Sulteng, Kompol Sugeng Lestari, sebut penganiayaan terhadap W benar terjadi pada Selasa 22 Februari 2022, malam.

Sugeng mengatakan, W dianiaya orang tak dikenal.

“Korban kondisinya stabil di rumah sakit dan kasus sedang di lakukan penyelidikan Polres Palu,” sebutnya, Rabu 23 Februari 2022.

Sedangkan Kasatreskrim Polres Palu, AKP Ferdinand Esau Numbery, menuturkan, kasus yang menimpa anggota Polisi tersebut akan di usut tuntas.

Ia juga mengatakan, pihaknya telah memeriksa beberapa saksi dari pristiwa itu.

“Kami sudah periksa saksi termasuk saksi pelapor,” katanya.

Kasatreskrim mengaku belum bisa ungkap penyebab penganiayaan terhadap W. Ia juga belum dapat mengambil keterangan, di karenakan korban masih dalam perawatan medis.

“Kami menunggu korban pulih dulu,” sebutnya.

Di jelaskan, lokasi judi sabung ayam di wilayah Tatangan, sudah pernah di gerebek Polisi dan telah mengamankan puluhan orang.

Menurutnya, untuk memberantas penyakit masyarakat, harus ada kerjasama dari seluruh pihak, seperti RT, tokoh agama, adat hingga warga.

Terakhir, Paur Humas Polres Palu, Aiptu I Kadek Aruna, mengungkapkan, beberapa hari lalu, istri korban telah buat laporan Polisi.

“Laporan dari istri korban telah di buat juga,” tandasnya. (Fadhila)

Facebook Comments Box