Perajin Ban Bekas di Palu Raup Untung Fantastis

waktu baca 2 menit
Perajin Ban Bekas di Kota Palu. Foto : Qadri/Likein

LIKEIN, PALU – Agung Murtioko (35 tahun), perajin ban bekas di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Palu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah, meraup keuntungan fantastis dari hasil buah tangannya tersebut. Ia sudah menggeluti usahanya ini sejak tahun 2018.

Ban bekas yang di anggap tidak berguna bagi banyak orang, ternyata dapat menghasilkan sesuatu yang dapat di jual.

Ban bekas yang di beli Agung dari bengkel mobil dan perusahaan tambang, kemudian di sulap menjadi beragam bentuk barang yang bermanfaat, seperti meja, kursi, pot bunga, baskom air, ayunan anak-anak, tali sofa hingga hiasan tanaman.

Baca Juga :   Mengenal Rangkuk Alu, Tarian Tradisional dengan Tongkat Bambu yang Diabadikan dalam Google Doodle

Untuk satu set kursi ukuran besar, di banderol seharga Rp 1.3 Juta, dan tempat sampah dari harga Rp. 100 ribu hingga Rp. 175 ribu.

Agung merupakan salah satu pengusaha kerajinan ban bekas yang memiliki surat izin.
saat ini, ia mempunyai tiga karyawan tetap.
Kreasi ban bekasnya tersebut selalu di lirik oleh banyak orang sampai ke berbagai daerah.

“Biasanya yang beli perorangan, sekolahan dan pemerintahan, kemarin sebelum tahun baru Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kota Banggai pesan sekitar 950 lebih, belum lama ini dari kelurahan palupi pesan 600 kreasi ban bekas yang di bantu dengan tenaga kerja borongan untuk bagi-bagi rejeki,” ujar Agung saat di temui likein.id, Senin 14 Februari 2022.

Ia menerangkan, bahwa program Palu bersih yang digagas oleh Wali Kota Palu saat ini, sangat menguntungkan baginya dan para perajin ban bekas lainnya.

“Alhamdulillah dengan adanya program Palu bersih dari Wali Kota, para perajin ban sangat di untungkan,” terangnya.

Untuk sisa potongan ban yang tidak terpakai, biasanya akan dikirimkan ke Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, setahun sekali untuk didaur ulang.

Agung sangat mengharapkan expo tahun 2022 bisa di adakan, sehingga kreasinya dapat di lihat lebih luas dan masyarakat dapat teredukasi tentang daur ban bekas.

“Mudah mudahan tahun ini ada expo lagi, tahun lalu tidak ada expo karena pandemi, ini supaya bisa lebih terekspos ke warga dan pemerintahan juga” Tutup beliau. (CR6/DDI)

Facebook Comments Box