Mengenal Deretan Cagar Alam di Sulteng dan Keanekaragaman Hayatinya

waktu baca 3 menit
Ilustrasi Cagar Alam yang dilindungi. (Foto: Pixabay)

LIKEIN, PALU – Data Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah tahun 2022 menyebut, ada delapan cagar alam yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi di Sulteng.

Delapan cagar alam ini tersebar di 8 kabupaten, di antaranya Kabupaten Poso, Kabupaten Donggala, Kabupaten Tolitoli, Kabupaten Buol, Kabupaten Parigi Moutong, Kabupaten Morowali, Kabupaten Tojo Una-una, dan Kabupaten Banggai.

Berikut daftar Cagar Alam di Sulawesi Tengah yang ditetapkan sebagai Kawasan Konservasi.

1. Cagar Alam Pangi Binangga

Cagar alam Pangi Binangga terletak di Kabupaten Parigi Moutong dengan luas wilayah mencapai 6.163,53 ha.

Kawasan konservasi ini memiliki jenis flora yang didominasi oleh kayu hitam. Sedangkan satwa yang sering dijumpai adalah Burung Allo atau Julang Sulawesi (Rhyticeros Cassidix).

2. Cagar Alam Gunung Tinombala

Cagar alam yang satu ini terletak di Kabupaten Parigi Moutong dan Kabupaten Tolitoli dengan luas wilayah mencapai 36.096,58 ha. Memiliki ragam flora seperti Kenari (Chanarium sp), Melinjo (Gnetum sp), dan Durian (Durio Zibethinus).

Jenis fauna yang hidup di Gunung Tinombala antara lain Tupai (Sciuridae), Kupu-kupu Hitam (Lycaunidae), Kupu-kupu Kuning (Lycaunidae), hingga Kum-Kum (Ducula sp).

Baca Juga :   Hilirisasi Nikel Ancam Lingkungan? Ini Kata Menko Marves Luhut

3. Cagar Alam Gunung Sojol

Cagar alam yang satu ini kaya akan potensi hutan hujan tropika, seperti Palapi (Madhuca sp), Bayur (Pterospermum), Meranti (Shorea sp), dan Eboni (Diospyros Cellebica).

Terletak di Kabupaten Donggala dengan luas wilayah mencapai 68.692,37 ha, kawasan konservasi ini juga menyimpan ragam fauna seperti Musang (Macrogalidia Muschenbroeki), Rusa (Cervus Temorensis), Elang (Elanus sp), dan Ular Kobra (Naja Sputatris).

4. Cagar Alam Gunung Dako

Cagar alam yang berada di Kabupaten Tolitoli dan Kabupaten Buol ini memiliki potensi flora seperti Damar (Agathis Philippinensis), Nyatoh (Palaquium sp), hingga Membeti (Macaranga sp).

Memiliki area seluas 19.807,61 ha, kawasan konservasi ini menyimpan fauna berupa Serindit (Loriculus Exilis), Sesep Madu (Meliphagidae), serta Burung Jalak (Streptocitta).

5. Cagar Alam Tanjung Api

Cagar alam yang berada di Kabupaten Tojo Una-una ini menyimpan potensi fauna seperti Anoa Dataran Rendah (Bubalus Depressicornis), Musang Cokelat Sulawesi (Macrogalidea Musschenbrockii), hingga Elang Ular Sulawesi (Spilornis Rufipectus).

Di kawasan konservasi seluas 3.325,08 ha ini juga terdapat Gua yang memiliki potensi sumber mata air bagi kebutuhan air masyarakat setempat.

6. Cagar Alam Pamona

Cagar alam ini memiliki luas wilayah 27.367,29 ha yang menampung potensi flora seperti Tea (Arthocarpus Elasticus), Poli (Quercus Abaidominii), Laro (Metrosideros Petiolata), Keli (Gnetum Cuspidatum), hingga Ganitri (Elaeocarpus Littoralis).

Baca Juga :   Berikut 5 Rekomendasi Game Perang Offline Terbaik Awal 2022, Boleh Dicoba!

Kawasan konservasi yang satu ini terletak di Kabupaten Poso dan turut memiliki potensi fauna seperti Anoa Dataran Tinggi (Bubalus Quarlesi), Tarsius (Tarsius Spectrum), serta Kodok Sulawesi (Bufo Celebensis).

7. Cagar Alam Pati-Pati

Cagar alam yang berada di Kabupaten Banggai ini memiliki luas area sebesar 3.101,22 ha. Menyimpan potensi flora seperti Bakau (Rhizophora sp), Kayu Mias (Melastoncis sp), hingga Kayu Kambing (Goruga sp).

Adapula potensi Fauna diantaranya Raja Udang (Halcyon sp), Puyuh (Coturnix Chinensis), hingga Perkici Sulawesi (Loriculus Stigmatus).

8. Cagar Alam Morowali

Berdasarkan hasil penelitian The Nature Conservansy tahun 2007, cagar alam Morowali menyimpan 20 spesies mamalia yang 8 diantaranya merupakan spesies endemik Sulawesi seperti Babi Rusa (Babyrousa Babyrussa), Tarsius Sulawesi (Tarsius Dentasus), hingga Babi Sulawesi (Sus Celebensis).

Terletak di Kabupaten Morowali Utara dan Kabupaten Tojo Una-una dengan luas area mencapai 214.733,61 ha, membuat kawasan konservasi ini menjadi cagar alam terluas di Sulawesi Tengah. (Inul/St)

Facebook Comments Box