Kutub Antartika dan Arktik Alami Panas Ekstrem

waktu baca 2 menit
Ilustrasi. Foto : Roxanne Desgagnes/Unsplash

LIKEIN, PALU – Kutub bumi sedang mengalami panas ekstrem yang aneh secara simultan dengan bagian di Antartika dan Arktik, melihat bahwa utara dan selatan mencair secara bersamaan, ini merupakan kejadian yang tidak biasa.

Suhu di Kutub Selatan Bumi, Antartika tercatat memanas sekitar 40 derajat Celsius, lebih hangat dari rata-rata. Sedangkan Arktik, Kutub Utara Bumi, suhu panas mencapai sekitar 30 derajat Celsius, lebih hangat dari rata-rata.

Pemantauan suhu Antartika di Stasiun Vostok yang berlokasi di daerah yang lebih tinggi mencapai -17,7 derajat Celsius, mengalahkan rekor sepanjang masa sekitar 15 derajat Celsius, menurut cuitan dari pelacak catatan cuaca ekstrem Maximiliano Herrera.

Baca Juga :   Panutan, Anak Muda Tonggolobibi Tanam Ribuan Mangrove untuk Bangun Ekowisata

Kondisi suhu kutub bumi ini mengejutkan para pejabat di Pusat Data Salju dan Es Nasional di Boulder, Colorado. Sebab, mereka telah memerhatikan bahwa Kutub Utara, di mana suhunya 50 derajat lebih hangat dari rata-rata.

Selain itu, pengamatan di daerah di sekitar Kutub Utara juga mendekati titik leleh. Menurut ilmuwan pusat es Walt Meier, kondisi itu benar-benar tidak biasa di pertengahan Maret.

“Pengamatan Kutub Selatan dan Utara Bumi adalah musim yang berlawanan, anda tidak melihat bahwa (kutub) utara dan selatan, keduanya mencair pada saat yang sama. Ini jelas kejadian yang tidak biasa,” kata Meier kepada The Associated Press dikutip Phys.org, Senin 21 Maret 2022.

Lantas, apa yang membuat pemanasan di Antartika terlihat aneh?

Meier mengatakan, bahwa benua selatan ini, belum banyak memanas, terutama jika dibandingkan dengan bagian dunia lainnya.

Dilaporkan pusat data salju dan es, Antartika memang mencatat rekor es laut musim panas terendah sejak tahun 1979. Penyusutannya menjadi 741.000 mil persegi atau 1,9 juta km persegi pada akhir Februari 2022.

Sementara di Kutub Utara Bumi, Arktik yang memanas dua hingga tiga kali lebih cepat daripada bagian dunia lainnya dan dianggap rentan terhadap perubahan iklim, udara Atlantik yang hangat datang ke utara di lepas pantai Greenland.(Fadhila)

Facebook Comments Box