Menu

Mode Gelap

Story

Keluarga Ini Lintasi Lima Benua Selama 22 Tahun


					Keluarga asal Argentina melintasi lima Benua dengan waktu 22 tahun. Foto :  Instagram/familiazappfamily Perbesar

Keluarga asal Argentina melintasi lima Benua dengan waktu 22 tahun. Foto : Instagram/familiazappfamily

LIKEIN, PALU – Keluarga asal Argentina telah menyelesaikan perjalanan selama 22 tahun melintasi lima benua dengan mobil balap buatan tahun 1928. Mereka mulai berpetualang pada tahun 2000.

Dilansir dari laman Afp.com, Senin 14 Maret 2022, Keluarga Herman Zapp dan Candelaria serta anak-anak mereka telah berkendara sejauh 362.000 kilometer dan sekarang telah berhenti di kota perbatasan dengan Uruguay ini sebelum jadwal kedatangan mereka pada Minggu 13 Maret kemarin.

Mereka kembali usai selesaikan petualangan pada 25 Januari 2000 di Obelisk, sebuah monumen di pusat Kota Buenos Aires.

“Perasaan saya sangat campur aduk. Kami mengakhiri mimpi atau memenuhi mimpi, sekarang apa yng terjadi? Ribuan perubahan dan ribuan pilihan,” kata Herman kepada AFP.

Sang istri, Candelaria, yang saat itu berusia 29 tahun ketika perjalanan di mulai dan sekarang telah berusia 51 tahun, mengatakan penemuan terbesar dan terbaiknya adalah orang-orang yang ditemui di sepanjang jalan.

“Orang-orang yang saya temui luar biasa. Kemanusiaan itu luar biasa,” kata Candelaria.

Dia mengatakan keluarga itu mengunjungi tidak kurang dari 102 negara, meskipun terkadang mereka harus mengambil jalan memutar karena perang atau jenis konflik lainnya.

Perjalanan keliling dunia mereka di mulai dengan perjalanan backpacking di Alaska. Lalu pada awal-awal petualangan mereka, seseorang menawari mereka sebuah mobil, model tahun 1928 buatan Amerika bermerek Graham-Paige, yang mesinnya nyaris bobrok dan catnya tampak mengerikan.

Petualangan mereka selama 22 tahun, mobil antik itu melakukan pergantian ban sebanyak delapan set dan hanya dua kali turun mesin.

Bagian bagasi dari mobil antik pasangan Herman dan Candelaria di pergunakan sebagai area penyimpanan dapur dan panas mesin digunakan untuk memasak atau memanaskan air.

Pakaian dan peralatan di simpan di bawah kursi. Dan selama bertahun-tahun, mobil antik mereka telah jadi tempat tinggal bagi keluarga ini.

Saat di perjalanan, empat anak pasangan tersebut lahir, mereka bernama Pampa (19 tahun), yang lahir di Amerika Serikat dan Tehue (16 tahun), saat kunjungan kembali ke Argentina.

Kemudian lahir Paloma (14 tahun), yang lahir di Kanada dan Wallaby (12 tahun), yang lahir di Australia.

Tapi petualangan keluarga ini tak selalu mulus. Herman pernah terkena malaria, keluarganya berkendara melintasi Asia selama wabah flu burung, dan harus berurusan dengan Ebola di Afrika dan demam berdarah di Amerika Tengah.

Kini keluarga itu sudah tiba di jalan Kota Gualeguaychu, sebagai catatan mereka melakukan perjalanan di benua Amerika, Afrika, Oseania, Asia, dan Eropa, serta berlayar melintasi banyak lautan.

Bagi anak-anaknya ini adalah pengalaman yang tak terlupakan, mereka melakukan studi jarak jauh dan belajar di rumah dengan Candelaria. Sekarang, kelas tatap muka menunggu mereka di Argentina.(Fadhila)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Tenang.. Tarif Listrik untuk Maret 2024 Tetap Stabil, Ini Rinciannya

27 Februari 2024 - 12:13

Kerja Sama Antardaerah, Parimo Jadi Pemasok Beras Utama ke Kota Palu

26 Februari 2024 - 17:19

Mahasiswa dan Pelajar Kota Palu Deklarasikan Moderasi Beragama

26 Februari 2024 - 15:13

Parimo Jadi Daerah Penghasil Beras Terbesar di Sulteng, Mampu Memproduksi hingga 144 Ribu Ton dalam Setahun

26 Februari 2024 - 14:03

Tak Hanya Islam, Semua Agama Kini Bisa Menikah di KUA Mulai Tahun Ini

26 Februari 2024 - 05:08

Besok PSU di Kota Palu Digelar, Polresta Palu Kerahkan Ratusan Personel

23 Februari 2024 - 11:59

Trending di Story