Menu

Mode Gelap

Biz Like

Jalur Tracking Danau Tambing Diresmikan, Pertahun Wisatawan Dapat Mencapai 26.000


					Jalur tracking Danau Tambing diresmikan. Foto : Biro Adm Pimpinan Perbesar

Jalur tracking Danau Tambing diresmikan. Foto : Biro Adm Pimpinan

LIKEIN, POSO – Jalur tracking wisata Danau Tambing di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng) di resmikan Wakil Menteri. Balai sebut dalam setahun, wisatawan ke Tambing mencapai 26.000. Sedangkan Wakil Gubernur Sulteng, sebut akan bentuk tiga Kota Madya.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Alue Dohong, resmikan jalur tracking wisata Danau Tambing, di Kabupaten Poso, Rabu 9 Maret 2022.

Plt Kepala Balai Taman Nasional Lore Lindu (TNLL), Hasmudin Asmir, menyampaikan, bahwa sesuai laporan tahunan, wisatawan yang berkunjung ke Danau Tambing mencapai 26.000.

Baca Juga :   Jalan Panjang Pemulihan Hak Korban Pelanggaran HAM 65/66 di Kota Palu dan Tugas-Tugas Tim Verifikasi

Di katakannya, danau dengan luas 2,6 hektar itu punyai daya dukung personel sebanyak 500, untuk pengelolaan dan perlindungan TNLL.

“Danau Tambing belum berikan manfaat ke PAD,” ujarnya.

Ketua Adat, Harry S. Kabi, mengatakan, pelestarian TNLL harus terus di tingkatkan dengan libatkan masyarakat setempat.

Harry mengatakan, bahwa wilayah TNLL telah di rencanakan dan sudah di usulkan menjadi Daerah Otonom Baru.

“Tujuan utamnya selain peningkatan pelayanan kepada masyarakat juga Komitmen kuat untuk bersama-sama jaga dan lestarikan Hutan TNLL,” sebutnya.

Wakil Gubernur Sulteng, Ma’mun Amir, mengcapkan, pembentukan Daerah Otobomi Baru merupakan visi dan misi Gubernur, Rusdy Mastura.

“Kami sangat memberikan dukungan,” ujarnya.

Wakil Gubernur mengaku, kedepan, sesuai visi dan misi Gubernur, akan di bentuk tiga Kota Madya antara lain Kota Madya Tolitoli, Kota Madya Poso dan Kota Masdya Banggai.

“Ini sesuai dengan Keberadaan rumpun adat yang ada di Sulawesi Tengah,” sebutnya.

Ia menambahkan,  potensi wisata di Kabupaten Poso sangat baik dan sangat strategis untuk mendukung pembangunan.

“Tetapi yang menjadi Kendala adalah infrastruktur kurang mendukung, olehnya dukungan pemerintah pusat untuk meningkatkan Infrastruktur guna mendukung Potensi Wisata Kabupaten Poso,” tutupnya. (Didi)

Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Tenang.. Tarif Listrik untuk Maret 2024 Tetap Stabil, Ini Rinciannya

27 Februari 2024 - 12:13

Kerja Sama Antardaerah, Parimo Jadi Pemasok Beras Utama ke Kota Palu

26 Februari 2024 - 17:19

Mahasiswa dan Pelajar Kota Palu Deklarasikan Moderasi Beragama

26 Februari 2024 - 15:13

Parimo Jadi Daerah Penghasil Beras Terbesar di Sulteng, Mampu Memproduksi hingga 144 Ribu Ton dalam Setahun

26 Februari 2024 - 14:03

Tak Hanya Islam, Semua Agama Kini Bisa Menikah di KUA Mulai Tahun Ini

26 Februari 2024 - 05:08

Ahmad Ali Didorong untuk Maju Sebagai Calon Gubernur Sulteng pada Pilkada 2024

23 Februari 2024 - 23:17

Trending di Biz Like