Menu

Mode Gelap

Story

Indonesia Raih Peringkat Dua Destinasi Wisata Halal Terbaik di Dunia


					Ilustrasi, Masjid, Foto : Pixabay.com Perbesar

Ilustrasi, Masjid, Foto : Pixabay.com

LIKEIN, – Indonesia tercatat menjadi peringkat kedua destinasi wisata halal terbaik di dunia, dalam The Global Travel Muslim Index (GTMI) 2022, serta menunjukkan besar potensi serta daya saing wisata halal Indonesia.

Founder & CEO Crescentrating & Halaltrip, Fazal Bahardeen, dalam Halal in Travel Global Summit 2022, di Singapura, mengumumkan capaian tersebut di hadapan delegasi Indonesia yang dipimpin langsung Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno.

“Indonesia naik peringkat ke ranking kedua setelah tahun sebelumnya di peringkat keempat,” ucapnya, Kamis 2 Juni 2022.

Fazal sebut, Indonesia mengalahkan posisi Arab Saudi di peringkat ketiga, Turki di posisi keempat, dan Uni Emirates Arab di posisi kelima. Sementara posisi pertama ditempati oleh Malaysia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, mengatakan, agar peringkat baru wisata halal di Indonesia dapat meningkatkan potensi pasar serta membawa kepulihan ekonomi.

“Kami berharap penghargaan ini akan membawa kepulihan, membuka lapangan kerja dan insya Allahmemulihkan ekonomi lewat halal tourism,” kata Sandiaga.

Masjid yang meraih penghargaan sebagai masjid dengan desain arsitektur terbaik di dunia dalam kompetisi Arsitektur Masjid Abdullatif Al Fozan tahun 2021 itu, ramai dikunjungi selama bulan ramadhan untuk beribadah sekaligus berwisata karena merupakan ikon wisata religi di kota itu.

Baca Juga :   Berikut Fasilitas Megah dan Unik Kantor Kejati Sulteng

Optimisme tersebut disampaikan Sandiaga, merujuk besarnya potensi pasar wisata halal.

Data menunjukkan pada 2019, umat Islam di seluruh dunia menghabiskan total 2,02 triliun dollar AS untuk belanja makanan, kosmetik farmasi, fesyen, travel, dan rekreasi.

Sementara, pasar muslim global diperkirakan akan tumbuh hingga 2,4 triliun dollar AS pada 2024. Adapun pengeluaran terbesar bagi konsumen muslim adalah pada makanan dan minuman halal.

“Menurut saya, kita harus menciptakan peluang-peluang usaha berbasis halal tourism. Ada beberapa destinasi (wisata) yang kita unggulkan seperti Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, Lombok, dan Kalimantan Selatan sebagai destinasi unggulan,” ujarnya.

Ia mengatakan, Kemenparekraf telah menyusun kebijakan terkait pariwisata halal.

Baca Juga :   Banjir di Pegunungan Kawatuna, Akibatkan PDAM Donggala Gangguan

Namun, Sandiaga menekankan bahwa wisata halal bukan berarti Islamisasi wisata atraksi. Melainkan memberi layanan tambahan yang terkait dengan fasilitas, turis, atraksi, dan aksesibilitas untuk memenuhi pengalaman dan kebutuhan para wisatawan muslim

“Mari kita semua berinovasi, beradaptasi, dan berkolaborasi bersama untuk memulihkan industri wisata halal, memastikan perluasan peluang usaha, penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan pelaku ekonomi kreatif,” tutupnya. (Fadhila)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 61 kali

badge-check

Reporter

Baca Lainnya

Catat Tangalnya, Festival Media 2022 Bakal Digelar di Palu

5 Desember 2022 - 15:01

Pembobol Tangki Minyak Gudang PLN UP3 Palu Ditangkap, Kerugian Capai 185 Juta

5 Desember 2022 - 02:25

Muntahkan Awan Panas, Erupsi Gunung Semeru Berstatus Awas

4 Desember 2022 - 18:07

Keren.. Puluhan Anak Terlantar di Sulteng Dilatih Buat Usaha Kekinian

3 Desember 2022 - 16:50

62 Pelanggaran Hak Konsumen Terjadi di Palu Selama 2019 hingga 2022, Apa Saja?

2 Desember 2022 - 20:43

Lagi, Warga Poso Hilang di Area Kebun Desa Tamadue

2 Desember 2022 - 20:37

Trending di Biz Like