Guru Tua, Pejuang Penyebar Pendidikan Agama Islam di Sulteng

waktu baca 1 menit

LIKEIN, PALU – Guru Tua atau Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, juga dikenal dengan Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri merupakan tokoh pejuang penyebar pendidikan agama islam di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Guru tua menyebarkan ilmu khususnya pendidikan agama islam kepada seluruh orang, sepanjang hidupnya.

Dilansir dari alkhairaat.sch.id, Guru Tua lahir di Tarim, Hadramaut, Yaman, pada 15 Maret 1892 dan wafat di Kota Palu, Sulteng, pada 22 Desember 1969 di umur 77 tahun.

Baca Juga :   Bali Puncaki Indeks Demokrasi Indonesia 2023, Sulteng Peringkat Berapa?

Ulama yang melegenda di Sulteng ini dikenal sebagai sosok yang cinta ilmu.

Salah satu wujud cintanya pada ilmu, Guru Tua mendirikan lembaga pendidikan Islam Alkhairaat di Kota Palu.

Alkhairaat didirikan Guru Tua saat dirinya berusia 41 tahun.

Pada masanya, Habib Idrus disebut sebagai inspirator terbentuknya sekolah di Sulteng yang dinaungi Alkhairaat.

Di tahun 28 Februari 2014, nama Bandara di Kota Palu yang dikenal dengan Bandara Mutiara, resmi berganti menjadi Bandara Mutiara SIS (Sayud Idrus bin Salim) Aljufri Palu.

Hal ini disebut untuk menghargai jasa serta perjuangan Guru Tua dalam menyebarkan ajaran agama Islam di kawasan Timur Indonesia. (*/Rendy)

Facebook Comments Box