Dokar di Palu Tergerus Jaman yang Semakin Maju

waktu baca 1 menit
DOKAR, Salah satu penarik Dokar di Palu bernama Fadlan. Foto : Fadhila/likein.id

LIKEIN, PALU – Alat transportasi tradisional, Dokar, terlihat semakin berkurang penampakannya di Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Dokar biasa juga disebut Delman merupakan salah satu transportasi tertua di Indonesia.

Di Palu Sendiri, tampak Dokar mulai tergerus dengan melajunya perkembangan alat transportasi modern seperti motor dan mobil.

Baca Juga :   Konsolidasi di Sulteng, Harry Tanoe: Caleg Perindo Harus Berjuang Buat Regulasi Tepat Sasaran

Di masa jayanya dulu, Dokar dapat ditemui di pasar tradisional seperti Pasar Masomba, Pasar Inpres dan Pasar Tua.

Salah satu penarik Dokar, Fadlan (39 tahun) menjelaskan, penumpangnya saat ini tidak menentu.

Ia memberikan tarif dekat Rp5 ribu dan Rp10 ribu untuk jarak yang cukup jauh.

“Jarak tergantung harga,” jelas Fadlan kepada likein.id, Sabtu 22 Januari 2022.

Dengan penumpang yang sering pasang surut, ikut mempengaruhi pemasukan Fadlan.

Sehari, pria yang tinggal di wilayah Nunu ini dapat memperoleh uang sebanyak Rp40 sampai Rp60 ribu.

“Saat pandemi sampai saat ini, paling sedikit terima dalam sehari itu biasa hanya Rp10 ribu,” ungkapnya.

Fadhlan telah bekerja sebagai penarik Dokar sejak tahun 2014.

“Saya melanjutkan pekerjaan orang tua saya,” ucapnya.

Ia berharap, Dokar di Palu tidak akan punah, justru dapat berjaya kembali ke depannya. (Cr1/Rnd)

Facebook Comments Box