Peraih Emas di Peparnas Papua Dapat Bonus RP 100 Juta dari Gubernur Sulteng

waktu baca 2 menit
Gubernur Sulteng, Rusdi Mastura saat menyerahkan bonus kepada Zuhria. Foto : Humas Pemprov Sulteng

LIKEIN, PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Rusdy Mastura menyerahkan bonus senilai Rp.100 juta kepada atlet cabang olahraga tenis meja Zuhria.

Atlet kebanggan Sulteng peraih emas, pada Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI Papua ini merasa sangat bersyukur.

“Saya berjuang dengan sangat keterbatasan, latihan Saya hanya kurang lebih 2 Minggu tapi alhamdulillah bisa mengalahkan atlet Yogyakarta di final,” beber Zuhria, pada acara ramah tamah kontingen paralimpiade Sulteng, Kamis 13 Januari 2022.

Ditambah lagi saat mengikuti Peparnas, Ia mesti merelakan kewajiban memberi ASI ke sang buah hati yang diganti sementara dengan susu formula.

Namun pengorbanan Zuhria terbukti tidak sia-sia dan berakhir manis dengan raihan emas.

Baca Juga :   BKKBN Sulteng Dorong Banggai Kepulauan Bentuk Pokja Advokasi

“Jangan hitung yang hilang dari tubuhmu tapi lihat apa yang tersisa,” kata Zuhria memotivasi sesama atlet paralimpiade Sulteng.

Dari catatan panitia, Sulteng mengirim 15 atlet serta 6 pelatih, official dan tim media ke Peparnas Papua namun sayangnya hanya satu medali yang berhasil dibawa pulang dari Bumi Cendrawasih lewat Zuhria.

Sementara itu, Gubernur H. Rusdy Mastura dalam sambutannya mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas perjuangan Zuhria, termasuk ke pihak-pihak yang ikut andil membangun dunia olahraga Sulteng.

“Alhamdulillah dengan segala keterbatasan Kita masih bisa memberi bonus dan Insya Allah ke depan kita siapkan lewat anggaran daerah karena (bonus) ini bukan (dari) APBD tapi inisiatif dari sponsor-sponsor Kita,” kata gubernur menjelaskan asal usul bonus yang diterima Zuhria.

Lebih lanjut gubernur yang dielukan sebagai bapak olahraga Sulteng ingin menjadikan olahraga sebagai bagian integral dari pembangunan daerah.

Baca Juga :   Resmob Palu Ringkus Jambret, Satu Diantaranya Diberi Hadiah Timah Panas

Bahkan masih segar dalam ingatan gubernur bahwa peranan atlet sangat besar dalam proses pembentukan provinsi ini dengan terlebih dulu membawa nama Sulawesi Tengah berlaga di PON V Bandung tahun 1961 atau tepatnya 3 tahun sebelum resmi menjadi provinsi tahun 1964.

“Tidak ada Sulteng kalau tidak ada olahraga, tahun 61 Sulteng sudah ikut PON di Bandung dengan Kepres,” tegas Gubernur mengupas fakta unik ini.

Dengan dimulainya program Sulteng Emas, maka Gubernur menaruh keyakinan bahwa pada PON 2024, Sulteng akan mampu berbicara dan meraih 10 emas dari cabor potensial.

“Insya Allah Kita bisa dan Kita punya masa depan (olahraga) yang gemilang,” pungkasnya.**/AJR

Facebook Comments Box